Sttt! Dua Pasangan Mesum Diserahkan ke WH

Share:

KoranBireuen – Dua pasangan pelanggar Qanun Khalwat, diserahkan masyarakat untuk diproses pihak polisi Wilayatul Hisbah (WH) Bireuen. Namun, kedua pasangan tersebut diserahkan kembali ke aparat gampong masing-masing untuk diselesaikan sesuai hasil musyawarah.

Satu di antara dua pasangan itu masih berstatus pelajar SLTA dan SLTP.  Yang pria benisial IKC (17), salah seorang siswa kelas dua SLTA di Kecamatan Kota Juang. Sedangkan pasangannya berinisial SD (16), siswi kelas tiga salah satu SLTP, juga di Kecamatan Kota Juang. Pasangan tersebut ditangkap warga Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, di depan SMAN 1 Bireuen, Selasa, (13/8/2013) sekitar pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak WH Bireuen, SD mengaku sudah tujuh kali berhubungan intim dengan pacarnya itu di tempat tinggal ICK di sebuah Gampong dalam Kecamatan Kota Juang. “Sekali lagi di tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar kawasan tempat mereka ditangkap malam itu. Sedangkan sekali lagi dia mengaku pernah berhubungan intim dengan pria lain,” jelas Komandan WH Kantor Satpol PP dan WH Bireuen, Usman Kelana, kepada KoranBireuen, Rabu (14/8/2013).

Dikatakan Usman yang didampingi Plt Kabid Penegakan Syariat Islam, Mukhsen, S.Ag, setelah diperiksa pihaknya, pasangan tersebut diserahkan ke pihak keluarga dan aparat gampong masing-masing untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Sementara satu pasangan lagi sama-sama berasal dari sebuah gampong dalam Kecamatan Samalanga. Si pria berinisial MD (27) dan pasangan mesumnya berinisial AH (21). Si perempuan dalam kondisi hamil enam bulan.

Menurut Usman kelana, pasangan ini diserahkan pihaknya tadi siang (Rabu, 14/8/2013), setelah gagal diselesaikan aparat gampong dan pihak kepolisian setempat. Sebab, MD tak mengaku perbuatannya dan tidak mau bertanggung jawab terhadap kehamilan AH.

Padahal, menurut pengakuan AH, dirinya sudah berpacaran dengan MD selama lima tahun. Selama kurun waktu tersebut, perempuan berkulit putih itu mengaku, sudah berhubungan badan dengan MD lebih dari sepuluh kali di berbagai tempat dan kesempatan. “Tapi, laki-laki itu bersumpah dan bersikeras tidak pernah menghamili AH. Jadi, kami tidak mungkin memaksa dia untuk mengakui perbuatan tersebut,” jelas Usman Kelana.

Karena itu, kata dia, pihaknya harus kembali menyerahkan pasangan non muhrim tersebut ke pihak keluarga dan aparat gampong yang bersangkutan. Hal tersebut sesuai dengan Qanun Provinsi Aceh Nomor 9 tahun 2008 yang menerangkan tentang 18 perkara yang dapat diselesaikan aparat gampong. Termasuk salah satu di antaranya kasus khalwat.  (Suryadi)

Advertisement
Sttt! Dua Pasangan Mesum Diserahkan ke WH | Redaksi | 4.5