Kasus Raskin Peudada Sedang Diusut Tuntas

Share:

KoranBireuen – Kasus penyimpangan penyaluran 64 ton beras untuk rumah tangga miskin (raskin) jatah 52 desa dalam Kecamatan Peudada, sedang diusut tuntas pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen.

Kasie Intel Kejari Bireuen, H Munawal Hadi, SH (foto) yang dikonfirmasi KoranBireuen  di ruang kerjanya, Rabu (12/2/2014) petang menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan Bulog Lhokseumawe beberapa hari lalu.

Diperoleh keterangan, sesuai petunjuk teknis (juknis), raskin harus disalurkan dalam bentuk beras dan tidak boleh disalurkan dalam bentuk uang. Sebab, uang tebusan raskin dari masyarakat miskin, bukan dari pemerintah. Makanya raskin harus disalurkan dalam bentuk beras bukan dalam bentuk uang.

Menyangkut pengembalian raskin tersebut, kata dia, sesuai yang dijanjikan akan disalurkan pada 10-12 Februari 2014, belum terlaksana sebagaimana mestinya.

Menurut Munawal Hadi, Camat Peudada Drs. Jalaluddin, M.Si dalam keterangan kepada pihaknya, masih mengaku penjualan raskin yang dilakukan bawahannya Idaryani, di luar sepengetahuannya. Demikian pula Idaryani sendiri dalam keterangannya, mengaku raskin yang dijualnya melalui perantara Sud kepada pengusaha kilang padi Mur di Peulimbang, atas inisiatifnya sendiri.

“Idaryani mengaku raskin tersebut dijual melalui perantara seharga Sud Rp4.500 per kg dan Sud menjual kembali kepada pengusaha kilang padi milik Mur seharga Rp5.000 per kg,” terang Munawal.

Saat ini, pihaknya sedang meminta keterangan dari lima Keuchiek dan lima warga miskin di Kecamatan Peudada  dan terakhir akan dimintakan keterangan Pemkab Bireuen untuk melengkapi keterangan.

“Direncanakan, akhir Februari 2014 pengumpulan keterangan dari pelaku, perantara, penampung maupun saksi-saksi  dari beberapa Keuchiek dan beberapa warga miskin dalam Kecamatan Peudada, sudah tuntas dilaksanakan untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan lebih lanjut,” ujar Munawal Hadi. (HAR Djuli)

Advertisement
Kasus Raskin Peudada Sedang Diusut Tuntas | Redaksi | 4.5